{"id":2623,"date":"2023-08-21T04:50:57","date_gmt":"2023-08-21T04:50:57","guid":{"rendered":"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/?p=2623"},"modified":"2023-09-27T15:26:12","modified_gmt":"2023-09-27T15:26:12","slug":"topik-5-integrasi-kebijakan-tck-tenaga-cadangan-kesehatan-dalam-kerangka-uu-kesehatan-2023-dengan-rencana-kontijensi-kesehatan-di-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/anhss.net\/id\/topik-5-integrasi-kebijakan-tck-tenaga-cadangan-kesehatan-dalam-kerangka-uu-kesehatan-2023-dengan-rencana-kontijensi-kesehatan-di-daerah\/","title":{"rendered":"Topik 5. Integrasi Kebijakan Tenaga Cadangan Kesehatan dalam Kerangka UU Kesehatan 2023 dengan Rencana Kontijensi Kesehatan di Daerah"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"2623\" class=\"elementor elementor-2623\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-3aedbc30 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"3aedbc30\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-63f87d54\" data-id=\"63f87d54\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-inner-section elementor-element elementor-element-970a5a6 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"970a5a6\" data-element_type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-50 elementor-inner-column elementor-element elementor-element-249dc7e\" data-id=\"249dc7e\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-6d697277 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"6d697277\" data-element_type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<h3><strong><i class=\"fas fa-home\"><\/i>\u00a0\u00a0Latar Belakang<\/strong><\/h3>\n<p>Sebagai negara yang dikenal dengan sebutan \u201claboratorium bencana\u201d, maka segenap unsur di Indonesia telah berupaya hidup berdampingan dengan ancaman bencana. Upaya kesiapsiagaan terus dilakukan dengan berbagai kebijakan dan peningkatan pengetahuan. Progres penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Indonesia telah mengalami transformasi yang signifikan sejak pasca bencana tsunami 2004 silam hingga saat ini. Meski demikian, manajemen Sumber Daya Manusia dalam penanggulangan bencana masih menjadi tantangan. Rasa gotong royong yang kuat di hati masyarakat Indonesia dapat menjadi malapetaka sumber daya yang berlimpah di daerah terdampak, jika tidak ada pihak yang mampu mengelola. Di sisi lain, jika jatuh pada kondisi kurang SDM juga akan menjadi kesulitan yang serius bagi berbagai pihak di daerah terdampak. Maka, dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengatur pemberdayaan sumber daya manusia dalam kondisi krisis agar tepat guna dan tepat sasaran.<\/p>\n<p>Hampir semua situasi bencana dapat dipastikan berdampak menimbulkan krisis kesehatan di masyarakat. Di sisi lain, kita juga harus memahami bahwa risiko bencana tidak hanya muncul dari alam. Tetapi juga non alam. Salah satunya, adalah pandemi COVID-19 yang melanda selama 3 tahun lalu. Belum lagi ancaman kejadian luar biasa dari agen biologi lainnya, termasuk kegagalan teknologi dan kimia, hingga ancaman konflik sosial. Ancaman-ancaman ini, khususnya seperti wabah, virus (seperti COVID-19), dan perubahan iklim, ternyata memunculkan keunikan tersendiri sehingga menjadi pembelajaran baru bagi semua masyarakat dan pemangku kebijakan. Lagi-lagi, dibutuhkan suatu sistem perencanaan penanggulangan bencana yang baik serta kesiapsiagaan untuk menghadapi kondisi krisis yang dapat muncul setiap saat dan tak terduga sumbernya.<\/p>\n<p>Pada 2022, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencanangkan 6 pilar transformasi sistem kesehatan. Salah satunya, adalah transformasi dalam sistem ketahanan kesehatan yang memuat poin-poin perbaikan dalam sistem penanggulangan bencana, yakni di dalam poin 3.b. Turunan dari konsep tersebut adalah kebijakan Tenaga Cadangan Kesehatan dan T<em>able Top Exercise<\/em> (TTX) Kesiapsiagaan Krisis. <span style=\"font-weight: 300;\">Tenaga Cadangan Kesehatan<\/span> menghadirkan suatu ekosistem pemberdayaan sumber daya manusia yang terkelola, terstruktur, terkonsep, serta terlatih. Sedangkan TTX membantu mewujudkan rencana kontingensi daerah untuk mencapai ketahanan kesehatan.<\/p>\n<p>Kebijakan tersebut telah berjalan selama satu tahun. Sehingga, penting untuk menilai dan menilik Bagaimana penerimaan kebijakan, rencana atau bahkan strategi implementasi di level daerah dalam merespon kebijakan Transformasi Sistem Kesehatan khususnya Sistem Ketahanan Kesehatan. Integrasi antara kebijakan <span style=\"font-weight: 300;\">Tenaga Cadangan Kesehatan<\/span> dan rencana kontingensi daerah menjadi penting dalam Menyusun strategi kesiapsiagaan bencana dan krisis kesehatan. Oleh karenanya, forum nasional XIII Jaringan Kebijakan Kesehatan Indonesia menghadirkan topik ini sebagai sarana refleksi, sinkronisasi, dan timbal balik antar berbagai komponen terkait dari masyarakat hingga pemangku kebijakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong><i class=\"fas fa-check-double\"><\/i>\u00a0\u00a0Tujuan Kegiatan<\/strong><\/h3>\n<p>Tujuan umum kegiatan ini adalah untuk mendiskusikan dan mencatat progress implementasi kebijakan Tenaga Cadangan Kesehatan sebagai salah satu produk transformasi sistem kesehatan baik di level pemerintah pusat dan daerah<\/p>\n<p>Tujuan Khusus dari kegiatan ini adalah:<\/p>\n<ol>\n\t<li>Menjelaskan tentang progress implementasi kebijakan <span style=\"font-weight: 300;\">Tenaga Cadangan Kesehatan<\/span> di tingkat pusat dan posisinya dalam struktur sistem penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di subnasional<\/li>\n\t<li>Memberikan contoh salah satu rencana kontingensi daerah dan Bagaimana manajemen <span style=\"font-weight: 300;\">Tenaga Cadangan Kesehatan<\/span> di tingkat sub-nasional dapat terintegrasi di dalamnya<\/li>\n\t<li>Mendiskusikan bagaimana pemanfaatan sumber daya <span style=\"font-weight: 300;\">Tenaga Cadangan Kesehatan<\/span> di subnasional<\/li>\n\t<li>Mendiskusikan tantangan dan peluang dalam implementasi strategi manajemen <span style=\"font-weight: 300;\">Tenaga Cadangan Kesehatan<\/span> di level sub-nasional yang terintegrasi dengan rencana kontijensi kesehatan daerah<\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong><i class=\"fas fa-calendar-check\"><\/i>\u00a0\u00a0Waktu Kegiatan<\/strong><\/h3>\n<p>Hari, tanggal : Selasa, 26 September 2023<br \/>\nPukul : 13:00 &#8211; 15:00 WIB<br \/>\n<br \/>\n<\/p>\n<h3><strong><i class=\"fas fa-clock\"><\/i>\u00a0\u00a0Rundown Kegiatan<\/strong><\/h3>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-full wp-image-3020\" src=\"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/rep-t5-1.jpg\" alt=\"\" width=\"939\" height=\"520\" \/><\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse; border: none; width: 100%; height: 887px;\" border=\"1\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 28.25pt;\">\n<td style=\"width: 106.75pt; border: 1pt solid #d9d9d9; background: #5f497a; padding: 5pt; height: 28.25pt; vertical-align: middle;\" width=\"142\"><span style=\"color: white;\">Waktu (WIB)<\/span><\/td>\n<td style=\"width: 551.65pt; border-top: 1pt solid #d9d9d9; border-right: 1pt solid #d9d9d9; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-left: none; background: #5f497a; padding: 5pt; height: 28.25pt; vertical-align: middle;\" width=\"736\"><span style=\"color: white;\">Kegiatan<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 14.1pt;\">\n<td style=\"width: 106.75pt; border-right: 1pt solid #d9d9d9; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-left: 1pt solid #d9d9d9; border-top: none; padding: 5pt; height: 14.1pt; vertical-align: middle;\" width=\"142\">13.00 &#8211; 13.05<\/td>\n<td style=\"width: 551.65pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-right: 1pt solid #d9d9d9; padding: 5pt; height: 14.1pt; vertical-align: middle;\" width=\"736\">Pembukaan<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 28.25pt;\">\n<td style=\"width: 106.75pt; border-right: 1pt solid #d9d9d9; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-left: 1pt solid #d9d9d9; border-top: none; padding: 5pt; height: 28.25pt; vertical-align: middle;\" width=\"142\">13.05 &#8211; 13.15<\/td>\n<td style=\"width: 551.65pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-right: 1pt solid #d9d9d9; padding: 5pt; height: 28.25pt; vertical-align: middle;\" width=\"736\">\n<p>Pengantar disampaikan oleh Ketua Pokja Bencana FK-KMK UGM<br \/>\n<strong>Sutono, S.Kp., M.Kep., M.Sc<\/strong><\/p>\n<p><a class=\"merah\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VkvyXvWAfkI&amp;t=345s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VIDEO<\/a><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 42.4pt;\">\n<td style=\"width: 106.75pt; border-right: 1pt solid #d9d9d9; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-left: 1pt solid #d9d9d9; border-top: none; padding: 5pt; height: 42.4pt; vertical-align: middle;\" width=\"142\">13.15 &#8211; 13.30<\/td>\n<td style=\"width: 551.65pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-right: 1pt solid #d9d9d9; padding: 5pt; height: 42.4pt; vertical-align: middle;\" width=\"736\">\n<p>Materi 1: Progres implementasi kebijakan Tenaga Cadangan Kesehatan dalam Kerangka UU Kesehatan 2023 hingga saat ini<strong><br \/>\nDr. Sumarjaya, S.Sos., S.K.M., M.M., Mfp, Cfa &#8211; Pusat Krisis Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI<\/strong><\/p>\n<p><a class=\"merah\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VkvyXvWAfkI&amp;t=906s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VIDEO<\/a> \u00a0 <a class=\"hijau\" href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1MJIVsDD_AhyeSNHvWixgPxyKLtLG50Df\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MATERI<\/a><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 71.45pt;\">\n<td style=\"width: 106.75pt; border-right: 1pt solid #d9d9d9; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-left: 1pt solid #d9d9d9; border-top: none; padding: 5pt; height: 71.45pt; vertical-align: middle;\" width=\"142\">13.30 &#8211; 14.00<\/td>\n<td style=\"width: 551.65pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-right: 1pt solid #d9d9d9; padding: 5pt; height: 71.45pt; vertical-align: middle;\" width=\"736\">\n<p><strong>Materi 2: Integrasi TCK pada rencana kontijensi kesehatan atau Dinkes <em>Disaster Plan<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Frans Abidondifu, S.KM.,M.Epid &#8211; Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat (10 menit)<\/p>\n<p><a class=\"merah\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VkvyXvWAfkI&amp;t=2174s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VIDEO<\/a> \u00a0 <a class=\"hijau\" href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1WeOJK0VK-Oppjifmsb-lHNUjsrocfkg_\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MATERI<\/a><\/p>\n<p>Kudiyana, SKM, M.Sc &#8211; Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta (10 menit)<\/p>\n<p><a class=\"merah\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VkvyXvWAfkI&amp;t=3355s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VIDEO<\/a> \u00a0 <a class=\"hijau\" href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1TOzCj-Me3cSB3saqyxLS4T-rvdVL-qlO\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MATERI<\/a><\/p>\n<p>Lalu Madahan,SKM.,MPH &#8211; Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (10 menit)<\/p>\n<p><a class=\"merah\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VkvyXvWAfkI&amp;t=4138s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VIDEO<\/a> \u00a0 <a class=\"hijau\" href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/17ZkK9dJUuzRPfS8mr3507VL5r8un_IVc\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MATERI<\/a><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 42.4pt;\">\n<td style=\"width: 106.75pt; border-right: 1pt solid #d9d9d9; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-left: 1pt solid #d9d9d9; border-top: none; padding: 5pt; height: 42.4pt; vertical-align: middle;\" width=\"142\">14.00 &#8211; 14.15<\/td>\n<td style=\"width: 551.65pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-right: 1pt solid #d9d9d9; padding: 5pt; height: 42.4pt; vertical-align: middle;\" width=\"736\">\n<p>Materi 3: Penguatan kapasitas jejaring AHS UGM untuk mendukung kebijakan TCK<br \/>\n<strong>Ketua Kelompok Kerja Bencana FK-KMK UGM &#8211; Sutono, S.Kp., M.Kep., M.Sc<\/strong><\/p>\n<p><a class=\"merah\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VkvyXvWAfkI&amp;t=5257s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VIDEO<\/a> \u00a0 <a class=\"hijau\" href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1uRz7BecvInIiH2C9Dow6RnC_yIitcMJa\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MATERI<\/a><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 29.75pt;\">\n<td style=\"width: 106.75pt; border-right: 1pt solid #d9d9d9; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-left: 1pt solid #d9d9d9; border-top: none; padding: 5pt; height: 29.75pt; vertical-align: middle;\" width=\"142\">14.15 &#8211; 14.35<\/td>\n<td style=\"width: 551.65pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-right: 1pt solid #d9d9d9; padding: 5pt; height: 29.75pt; vertical-align: middle;\" width=\"736\">\n<p><strong>Pembahasan:<\/strong><\/p>\n<p>Apt. Gde Yulian Yogadhita, M.Epid (Konsultan Divisi Bencana PKMK FK-KMK UGM)<\/p>\n<p><a class=\"merah\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VkvyXvWAfkI&amp;t=5741s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VIDEO<\/a> \u00a0 <a class=\"hijau\" href=\"https:\/\/drive.google.com\/file\/d\/1hpMTI776HIfXGDyflO_YP_mfuSBkJVr_\/view?usp=sharing\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MATERI<\/a><\/p>\n<p>Drs. Pangarso Suryotomo (Direktur Kesiapsiagaan BNPB)<\/p>\n<p><a class=\"merah\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VkvyXvWAfkI&amp;t=6162s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VIDEO<\/a><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 28.25pt;\">\n<td style=\"width: 106.75pt; border-right: 1pt solid #d9d9d9; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-left: 1pt solid #d9d9d9; border-top: none; padding: 5pt; height: 28.25pt; vertical-align: middle;\" width=\"142\">14.35 &#8211; 14.55<\/td>\n<td style=\"width: 551.65pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-right: 1pt solid #d9d9d9; padding: 5pt; height: 28.25pt; vertical-align: middle;\" width=\"736\">\n<p>Diskusi dan Tanya Jawab<br \/>\n<strong>Moderator: Madelina Ariani, MPH<\/strong><\/p>\n<p><a class=\"merah\" href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=VkvyXvWAfkI&amp;t=6849s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">VIDEO<\/a><\/p>\n<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 14.85pt;\">\n<td style=\"width: 106.75pt; border-right: 1pt solid #d9d9d9; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-left: 1pt solid #d9d9d9; border-top: none; padding: 5pt; height: 14.85pt; vertical-align: middle;\" width=\"142\">14.55 &#8211; 15.00<\/td>\n<td style=\"width: 551.65pt; border-top: none; border-left: none; border-bottom: 1pt solid #d9d9d9; border-right: 1pt solid #d9d9d9; padding: 5pt; height: 14.85pt; vertical-align: middle;\" width=\"736\">Penutup<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p><a class=\"biru large\" href=\"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/tahun-2023\/reportase-topik-5-integrasi-kebijakan-tenaga-cadangan-kesehatan-dalam-kerangka-uu-kesehatan-2023-dengan-rencana-kontijensi-kesehatan-di-daerah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">REPORTASE KEGIATAN<\/a><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong><i class=\"fas fa-phone-square-alt\"><\/i>\u00a0\u00a0Narahubung<\/strong><\/h3>\n<p>Kepesertaan : Widarti \/ 0856-4346-3035\/ wiwid2801@gmail.com<br \/>\nKonten : Alif Indira Rarasati \/ 0812-1553-2898 \/ alif.indiralarasati@mail.ugm.ac.id<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-50 elementor-inner-column elementor-element elementor-element-4a74040\" data-id=\"4a74040\" data-element_type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-37fa0d3 elementor-invisible elementor-widget elementor-widget-accordion\" data-id=\"37fa0d3\" data-element_type=\"widget\" data-settings=\"{&quot;_animation&quot;:&quot;fadeIn&quot;}\" data-widget_type=\"accordion.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-accordion\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-accordion-item\">\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-title-5861\" class=\"elementor-tab-title\" data-tab=\"1\" role=\"button\" aria-controls=\"elementor-tab-content-5861\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon elementor-accordion-icon-left\" aria-hidden=\"true\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-closed\"><i class=\"fas fa-plus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-opened\"><i class=\"fas fa-minus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a class=\"elementor-accordion-title\" tabindex=\"0\">TOPIK 1<\/a>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-content-5861\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix\" data-tab=\"1\" role=\"region\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-5861\"><p><a href=\"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/tahun-2023\/topik-i-strategi-implementasi-transformasi-sistem-kesehatan-paska-penetapan-uu-kesehatan-integrasi-multipihak-dalam-penanganan-diabetes-melitus-di-kota-balikpapan\/\">Strategi Implementasi Transformasi Sistem Kesehatan Setelah Penetapan UU Kesehatan: Koordinasi dan Sinkronisasi Multipihak dalam Penanganan Diabetes Melitus di Kota Balikpapan<\/a><\/p><\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-accordion-item\">\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-title-5862\" class=\"elementor-tab-title\" data-tab=\"2\" role=\"button\" aria-controls=\"elementor-tab-content-5862\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon elementor-accordion-icon-left\" aria-hidden=\"true\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-closed\"><i class=\"fas fa-plus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-opened\"><i class=\"fas fa-minus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a class=\"elementor-accordion-title\" tabindex=\"0\">TOPIK 2<\/a>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-content-5862\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix\" data-tab=\"2\" role=\"region\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-5862\"><p><a href=\"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/tahun-2023\/topik-2-transformasi-sistem-kesehatan-dalam-pencegahan-dan-pengendalian-obesitas-di-indonesia\/\">Transformasi Sistem Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Obesitas di Indonesia<\/a><\/p><\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-accordion-item\">\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-title-5863\" class=\"elementor-tab-title\" data-tab=\"3\" role=\"button\" aria-controls=\"elementor-tab-content-5863\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon elementor-accordion-icon-left\" aria-hidden=\"true\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-closed\"><i class=\"fas fa-plus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-opened\"><i class=\"fas fa-minus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a class=\"elementor-accordion-title\" tabindex=\"0\">TOPIK 3<\/a>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-content-5863\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix\" data-tab=\"3\" role=\"region\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-5863\"><p><a href=\"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/tahun-2023\/topik-3-transformasi-layanan-primer-melalui-integrasi-pelayanan-kesehatan-primer-yang-tercermin-dalam-uu-kesehatan\/\">Transformasi Layanan Primer melalui Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer yang Tercermin dalam UU Kesehatan<\/a><\/p><\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-accordion-item\">\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-title-5864\" class=\"elementor-tab-title\" data-tab=\"4\" role=\"button\" aria-controls=\"elementor-tab-content-5864\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon elementor-accordion-icon-left\" aria-hidden=\"true\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-closed\"><i class=\"fas fa-plus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-opened\"><i class=\"fas fa-minus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a class=\"elementor-accordion-title\" tabindex=\"0\">TOPIK 4<\/a>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-content-5864\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix\" data-tab=\"4\" role=\"region\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-5864\"><p><a href=\"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/tahun-2023\/topik-4-peluang-memperbaiki-ekosistem-rujukan-pelayanan-kesehatan-pasca-ditetapkannya-uu-kesehatan\/\">Peluang Memperbaiki Ekosistem Rujukan Pelayanan Kesehatan Pasca Ditetapkannya UU Kesehatan<\/a><\/p><\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-accordion-item\">\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-title-5865\" class=\"elementor-tab-title\" data-tab=\"5\" role=\"button\" aria-controls=\"elementor-tab-content-5865\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon elementor-accordion-icon-left\" aria-hidden=\"true\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-closed\"><i class=\"fas fa-plus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-opened\"><i class=\"fas fa-minus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a class=\"elementor-accordion-title\" tabindex=\"0\">TOPIK 5<\/a>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-content-5865\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix\" data-tab=\"5\" role=\"region\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-5865\"><p><a href=\"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/tahun-2023\/topik-5-integrasi-kebijakan-tck-tenaga-cadangan-kesehatan-dalam-kerangka-uu-kesehatan-2023-dengan-rencana-kontijensi-kesehatan-di-daerah\/\">Integrasi Kebijakan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) dalam Kerangka UU Kesehatan 2023 dengan Rencana Kontijensi Kesehatan di Daerah<\/a><\/p><\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-accordion-item\">\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-title-5866\" class=\"elementor-tab-title\" data-tab=\"6\" role=\"button\" aria-controls=\"elementor-tab-content-5866\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon elementor-accordion-icon-left\" aria-hidden=\"true\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-closed\"><i class=\"fas fa-plus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-opened\"><i class=\"fas fa-minus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a class=\"elementor-accordion-title\" tabindex=\"0\">TOPIK 6<\/a>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-content-5866\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix\" data-tab=\"6\" role=\"region\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-5866\"><p><a href=\"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/tahun-2023\/topik-6-pengembangan-rencana-induk-bidang-kesehatan-ribk-amanah-uu-kesehatan-no-17-2023-untuk-memperkuat-pendanaan-kesehatan-dalam-kerangka-implementasi-transformasi-kesehatan\/\">Pengembangan Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) Amanah UU Kesehatan No. 17\/ 2023 Untuk Memperkuat Pendanaan Kesehatan Dalam Kerangka Implementasi Transformasi Kesehatan<\/a><\/p><\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-accordion-item\">\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-title-5867\" class=\"elementor-tab-title\" data-tab=\"7\" role=\"button\" aria-controls=\"elementor-tab-content-5867\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon elementor-accordion-icon-left\" aria-hidden=\"true\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-closed\"><i class=\"fas fa-plus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-opened\"><i class=\"fas fa-minus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a class=\"elementor-accordion-title\" tabindex=\"0\">TOPIK 7<\/a>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-content-5867\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix\" data-tab=\"7\" role=\"region\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-5867\"><p><a href=\"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/tahun-2023\/topik-7-best-practices-penyelenggaraan-pendidikan-dokter-spesialis-untuk-pemenuhan-kebutuhan-wilayah-sebagai-amanat-uu-nomor-17-tahun-2023\/\">Best Practices Penyelenggaraan Pendidikan Dokter Spesialis untuk Pemenuhan Kebutuhan Wilayah sebagai Amanat UU No.17\/2023<\/a><\/p><\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-accordion-item\">\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-title-5868\" class=\"elementor-tab-title\" data-tab=\"8\" role=\"button\" aria-controls=\"elementor-tab-content-5868\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon elementor-accordion-icon-left\" aria-hidden=\"true\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-closed\"><i class=\"fas fa-plus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"elementor-accordion-icon-opened\"><i class=\"fas fa-minus\"><\/i><\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/span>\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<a class=\"elementor-accordion-title\" tabindex=\"0\">TOPIK PENUTUP<\/a>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<div id=\"elementor-tab-content-5868\" class=\"elementor-tab-content elementor-clearfix\" data-tab=\"8\" role=\"region\" aria-labelledby=\"elementor-tab-title-5868\"><p><a href=\"https:\/\/fornas.kebijakankesehatanindonesia.net\/tahun-2023\/studi-kasus-penanganan-dm-social-development-dan-implementasi-undang-undang-kesehatan-dalam-konteks-transformasi-kesehatan-di-daerah\/\">Studi Kasus Penanganan DM: Social Development dan Implementasi Undang-Undang Kesehatan dalam Konteks Transformasi Kesehatan di Daerah<\/a><\/p><\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0\u00a0Latar Belakang Sebagai negara yang dikenal dengan sebutan \u201claboratorium bencana\u201d, maka segenap unsur di Indonesia telah berupaya hidup berdampingan dengan ancaman bencana. Upaya kesiapsiagaan terus dilakukan dengan berbagai kebijakan dan peningkatan pengetahuan. Progres penanggulangan bencana dan krisis kesehatan di Indonesia telah mengalami transformasi yang signifikan sejak pasca bencana tsunami 2004 silam hingga saat ini. Meski [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-2623","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tahun-2023"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/anhss.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2623","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/anhss.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/anhss.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anhss.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/anhss.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2623"}],"version-history":[{"count":19,"href":"https:\/\/anhss.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2623\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3075,"href":"https:\/\/anhss.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2623\/revisions\/3075"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/anhss.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2623"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/anhss.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2623"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/anhss.net\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2623"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}